Gus Dur dan Sepeda Motor

31 December 2009

Innalillahi wainnailaihi rojiuun... Hari ini ribuan warga Jombang, pejabat serta tokoh masyarakat Indonesia dan luar negeri mengiringi kepergian Gus Dur. Sosok presiden paling kontroversial ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 69 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Rabu 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB.


Presiden Republik Indonesia keempat yang telah berhasil mengembalikkan hak warga etnis Tionghoa untuk melakukan kegiatan budaya dan agamanya ini memang sangatlah jarang kita dengar tentang hobi maupun komentar nakal-nya seputar dunia otomotif khususnya sepeda motor. Lain halnya tentang sepakbola atau pandangan politik luar dan dalam negeri maupun agama pasti banyak sekali kita dapatkan. Bagaimanapun juga, saya selaku pelaku bisnis otomotif sepeda motor ingin mendapatkan informasi seputar Gua Dur dan sepeda motor.
Namun tepat di hari pemakamannya ini akhirnya saya menemukan berita lucu kalau Gus Dur pernah suatu hari mendorong motor mogok bersama seorang kiyai terkenal lainnya di Makasar. Dalam situs http://www.fajar.co.id terdapat artikel yang menyebutkan bahwa pada tahun 70-an Gus Dur pernah berkunjung ke rumah Kiyai AGH Sanusi Baco di Makasar. Di tengah jalan sepeda motor yang dipakai Kiyai AGH Sanusi Baco mogok dan akhirnya mereka berdua mendorong motornya.

Sanusi dan Gus Dur saling kenal sejak di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 1963-1967. Menurut Sanusi, dia dan Gus Dur tinggal satu asrama di Asrama Mahasiswa Asia. Menurut Sanusi, setiap bertemu dengan Gus Dur, cucu pendiri PB NU itu selalu membawa buku. "Di mana saja saya bertemu dengan dia, selalu saja ada buku yang dia pegang," ungkap Sanusi. (Fajar Online)
 Sebetulnya, bersama tulisan ini saya ingin sekali menemukan banyak artikel menarik seputar Gus Dur dan sepeda motor

0 komentar: